Peneror atau siapa...????
Kali ini saya ingin berbagi dan curhat kepada kalian dan para pembaca yang budiman:
Tepatnya hari Kamis tanggal 1 Januari 2015 sekira pukul 11.00, dan pada saat itu bertapatan saya sedang menikmati acara refreshing bersama keluarga di objek wisata "Pallette" Kabupaten Bone. Setelah memarkir mobil, tiba-tiba ponsel saya bergetar khas SMS. SMS itu dikirim dari seseorang yang sudah sangat asing bagi saya. saya tidak tau apaka itu perempuan atau laki-laki??? yang jelas akhir SMSnya, dia tulis nama "Besse Mutmainnah".
Inti smsnya dia memaki-maki dan menghardik saya dengan kataa-kata yang tidak sepanta, yaitu:
1. Seakan dia mendoakan dan menginginkan pesawat yang saya
tumpangi Makassar - Surabaya atau sebaliknya mengalami seperti
yang dialami pesawat Air Asia QZ8501 (kecelakaan)
2. Mengata-ngatai saya bencong,
3. Mendoakan saya agar tidak memiliki keturunan.
4. katanya saya ini, tidak bertuan.
5. Dia ingin mengajak saya ketemuan bersama istri saya
Dari beberapa SMSnya yang saya terima, saya hanya membalasnya satu kali saja dengan isi " Assalamu alaikum, terima kasih banyak atas semuanya, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya"
Dan pagi tadi hari ini (Selasa, 27 Januari 2015) tepatnya pukul 07.08, ketika saya sedang menikmati sarapan bersama istri tiba-tiba ponsel saya berdering dari nomor +625397886295 namanya di ponsel saya "ipinupin", tidak saya terima karena sudah meyakinkan ini "pengganggu" / "peneror". Lalu kemudian ponsel saya kembali berdering nomor panggilan +6285397905917 nama di ponselku "imutmainnah". kali ini saya terima, langsung terdengar suara cewek tapi bernada kasar, dia bilang, "Apa maumu?" seketika pun saya tutup. Mungkin salah sambung??? dan hatiku kembali berkata, apa??? kamu itu, apa maumu?? pagi-pagi mengganggu aja. Saya yakin ini pasti "Besse Mutmainnah" itu.
Istri saya yang sedang menikmati sarapan, tiba-tiba berkata, "janga meki bati-bati sayangku, orang tidak waras itu. Hehehe...
Iye sayangq, tau malasa memeng. "Makan lagi yuk....!!!
Sekira 2 minggu yang lalu, saya mencoba berbagi tentang hal di atas ke salah seorang dosen saya (guru besar) ahli ilmu sosial dan psikologi sosial,
Dia berkata, "Orang seperti itu, jangan dilayani komunikasinya karena ia akan menjadi-jadi amarahnya" dan secara psikologi, itu ada kelainan, yaitu:
1. memiliki kecemburuan sosial,
2. jika dia perempuan, dan usianya sudah sekira 30-an, dan belum menikah, ya.... wajar saja di begitu
3. cocoknya dibawa saja ke rumah sakit jiwa.
Kalau menurut teman-teman pembaca sendiri, bagaimana????
Silakan diberikan tanggapan dan respon di halaman komentar facebook saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar